Berita aktual 21 September 2018

Empat penataran dalam waktu singkat

Akhir-akhir ini PML disibukkan dengan pentaran di daerah: tgl 17-19 Agustus 2018 penataran Dirigen, Organis dan Paduan suara dengan 120 peserta di Paroki Gembala yang Baik Surabaya. Menarik, bahwa dalam misa Hari Kemerdekaan tidak hanya dipakai upacara bendera, tetapi juga lagu Indonesia Raya, Bagimu Negri serta Himne Pancasila ciptaan Paul Widyawan. Nampaknya di Surabaya ada kehausan besar akan lagu Inkulturasi yang sampai sekarang nyatanya kurang in.

Penataran di paroki Katedral Purwokerto tgl 30 Agt s/d 2 Sep berupa Lokakarya Lagu Inkulturasi, suatu keinginan Romo Paroki, Rm. Parjono Pr, yakni untuk memperkenalkan kekayaan lagu Gereja Indonesia. Sekitar 10 lagu inkulturasi dari Mentawai sampai Papua diperkenalkan/dilatih bersama wakil dari lingkungan dan stasi bahkan dari paroki tetangga. Yang istimewa dalam acara ini: Pada awal Lokakarya dilatih paduan suara untuk kemudian membantu dalam latihan umat (sekitar 100 peserta). Latihan dimeriahkan dengan alat musik tradisional yang mudah dapat dimainkan, seperti 2 akor Angklung (untuk lagu Flores), 2 pasangan Batok (untuk lagu Papua), gelas (untuk mengiringi lagu Batak Toba), kerincing (untuk mengiringi lagu Dayak), ceng-ceng (untuk mengiringi lagu Bali).

Tgl 15-16 Sep 2018 paroki Purbayan Solo mengundang team PML untuk melatih para organis Gereja. Bp.Sugeng bersama Sdr. Frendy berusaha memberikan dasar iringan seperti Intro, Frasering, Pemilihan Register pada 11 organis yang semua hadir dengan masing-masing membawa Keyboard. Meski semua puas, namun keinginannya untuk dilanjutkan lagi.

Pada waktu yang sama Bp. Paul dan Rm. Prier melatih 100 penyanyi kor di paroki St. Theresia Balikpapan. Meski mereka memakai buku Madah Bakti edisi Kalimantan yang memuat 173 lagu khas Dayak, namun banyak lagu tsb. belum dikenal oleh umat. Itulah yang disayangkan oleh P. Huvang MSF, pastor kepala paroki. Nampaknya ada kemajuan. Namun lebih baik lagu baru dipelajari sedikit demi sedikit dan dinyanyikan dengan hati yang berdoa, daripada banyak lagu dilatih dan dinyanyikan asal bunyi.