Tahun ajaran 2016-2017 


Banyak orang mempunyai niat untuk melayani Gereja, misalnya sebagai organis atau sebagai dirigen. Namun niat dan semangat saja tidak cukup; dibutuhkan kesungguhan dalam belajar / berlatih untuk memperoleh ketrampilan maupun pengetahuan untuk meningkatkan mutu musik Gereja sebagai organis, dirigen dan sebagai seksi liturgi paroki.

Itulah tujuan dari Kursus Musik Gereja (KMG) yang diselenggarakan oleh Pusat Musik Liturgi Yogyakarta. Para siswa dibimbing oleh guru-guru yang berpengalaman dan penuh tanggung jawab, menggunakan metode sebagaimana dipakai juga di Jerman (Kursus C) yakni dengan teori dan praktek untuk belajar organ maupun direksi kor, untuk mengerti apa tujuan dari lagu yang dipakai dalam ibadat, untuk mengerti apa bedanya antara lagu liturgi dan lagu rohani.

Kuncinya adalah kesabaran / ketekunan dalam belajar teori musik, ilmu harmoni, liturgi dan inkulturasi; dalam berlatih main organ dan mengiringi dengan mantap; dalam belajar memimpin kor anak, remaja dan orang dewasa. Untuk itu dibutuhkan waktu dua sampai tiga tahun.

Mengapa begitu lama? Karena untuk bisa mengiringi lagu Gereja tidak cukup berimprovisasi saja sebagaimana zaman sekarang banyak terjadi. Karena itu merusak musik Gereja. Untuk membangun suatu generasi pemusik Gereja baru perlu pengalaman: bagaimana lagu perlu dijiwai agar nanti menjadi doa; lagu barat (Barok, Klasik, Romantik, modern) maupun lagu yang khas Indonesia (Batak, Jawa, Dayak, Flores, Minahasa dll.). Selain itu perlu pengetahuan musik termasuk not balok.

Mengapa harus belajar not balok? Not balok memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki oleh not angka, yaitu: langsung bisa membedakan nada yang lebih tinggi dan lebih rendah; nada yang cocok sebagai akor dan yang tidak cocok / disonan. Dari bentuk nada langsung bisa diketahui temponya. Namun keuntungan yang terbesar adalah konsep musik yang terungkap dalam not balok. Dengan demikian kita dapat menghasilkan bunyi yang bermutu tiap kali kita mainkan nada-nada tsb. 

Sedangkan not angka yang tampaknya mudah ternyata memiliki kekurangan besar: Iringan not angka berupa improvisasi; dengan latihan tekun kita dapat mengiringi not angka, namun bila ditinggalkan  satu-dua bulan, pasti sudah lupa apa yang tadi dimainkan; artinya latihannya percuma. 

Lain dengan not balok: dengan mudah dapat diulang iringan lagu yang pernah dilatih, karena notnya pasti, bukan improvisasi.- Not angka praktis untuk satu suara, mudah bila masing-masing suara berkonsentrasi untuk suaranya sendiri. Akan tetapi sangat sulit untuk dijadikan musik oleh seorang organis (dan dirigen); terpaksa seni yang termuat dalam musik disederhanakan. –

Maka dalam kursus-kursus musik (KMG, ORVO, CB, KOGJJ) sejak tahun 1971 semua siswa belajar not balok dan ternyata dalam waktu singkat bisa membaca not balok berkat metode yang canggih: staf KMG telah menciptakan seri buku Menjadi Organis agar secara sistematis para siswa dapat berkembang dan memiliki pegangan.

Kursus Musik Gereja bertujuan untuk mendidik Petugas Musik Gereja, arti­nya bukan saja trampil memainkan organ, tetapi juga men­jadi orang yang paham tentang Liturgi, mampu memilih lagu Liturgi yang baik, memiliki pengalaman dalam mengalami Liturgi yang baik, dalam memimpin dan menjiwai nyanyian Liturgi.

Maka tiap bulan diadakan Ibadat Sabda dan tiap akhir Triwulan diselenggarakan Pentas Kursus: Siswa dibagi dalam sejumlah kelompok, siswa tingkat I menjadi dirigen, siswa tingkat II dan III menjadi organis. Selama satu tahun diadakan tiga pentas: dengan kor anak (Triwulan I), dengan kor muda-mudi (Triwulan II), dengan kor bapak-ibu (Triwulan III).

JENJANG PENDIDIKAN

 Kursus Musik Gereja diselenggarakan secara semi klasikal dengan tiga tingkat:

 Tingkat I: tanpa diandaikan pengetahuan, atau dengan berangkat dari taraf nol.

Tujuan: selama 9 bulan siswa belajar not balok dan ketrampilan tangan, lihat mata pelajaran di bawah.  

 

Tingkat II: syarat menguasai not balok dan memiliki ketrampilan tangan.

Tujuan: siswa belajar main dengan bas kaki, mengiringi nyanyian dan membuat iringan; lihat mata pelajaran di bawah.  

Tingkat III: syarat lulus tingkat II

Tujuan: siswa mendapat pengalaman praktis dalam mengiringi umat di gereja pada hari Minggu, dan khusus dalam mengiringi lagu inkulturasi.  

MATA PELAJARAN  

PELAJARAN DASAR UNTUK SEMUA SISWA:

. Liturgi.

.  Penjiwaan lagu dalam latihan kor.  

 

PELAJARAN KHUSUS:  

Tingkat I:

. Teori Musik Umum.

. Praktek organ perorangan.

. Solfes / latihan pendengaran I.

. Latihan main organ bersama.

. Latihan aba-aba direksi. 

 

 Tingkat II:

. Ilmu Harmoni baik secara teori maupun praktek.

. Membuat iringan.

. Praktek organ perorangan.

. Solfes / latihan pendengaran II.

. Mengiringi nyanyian ibadat di gereja serta evaluasinya.

. Mengiringi pentas kursus.

 

Tingkat III:

. Pelajaran tentang musik inkulturasi – termasuk membuat iringan bergaya daerah

. Mempersiapkan iringan hari Minggu dengan bimbingan guru.

. Mengiringi pentas kursus.  

WAKTU PELAJARAN

Setiap hari Senin dan Rabu pukul 17.00 - 20.00

KMG diselenggarakan da­lam 3 tahap @ 3 bulan / triwulan:

Triwulan I       : 29 Agustus 2016 s/d 1 Desember 2016

Triwulan II      : 5 Desember 2016 s/d 23 Februari 2017

Triwulan III     : 29 Februari 2016 s/d 31 Mei 2017

Tiap triwulan ditutup dengan ujian dan pentas.  

PENDAFTARAN

Tanggal 1-25 Agustus 2016, hari Senin s/d Jumat jam 8.00-14.00 dan hari Sabtu jam 08.00-13.00 di Kantor Pusat Musik Liturgi Jl. Ahmad Jazuli 2. Yogyakarta. Telpon 566 695

SYARAT PENDAFTARAN  

A.   Mempunyai bakat dan minat untuk menjadi petu­gas musik gereja sejati.

B.   Agama Kristiani yang dibuktikan dengan surat rekomendasi dari Romo Paroki /  Bapak Pendeta.

C.   Sanggup mentaati peraturan kursus, terutama tentang presensi: tiap siswa harus mengikuti minimal 85% dari semua pelajaran.

D.   Mempunyai kesempatan latihan sendiri minimum 6 kali seminggu yang harus dibuktikan dengan surat ke­terangan dari Romo Paroki / Pembesar Rohani / Orang tua bila mempunyai organ sendiri (di PML tidak ada kesempatan untuk latihan).

E.    Batas umur: minimum kelas I SMA, maksimum untuk tingkat I: 40 tahun (untuk jurusan organ tingkat II dan III tidak ada batasan umur maksimum).

F.   Administrasi:

        1. Uang Kursus Rp 550,000

        2. Tiga helai pasfoto ukuran 4 x 6 cm

        3. Uang langganan majalah Warta Musik Rp 90.000

KETERANGAN LEBIH LANJUT:

Sekretariat Kursus Musik Gereja

Pusat Musik Liturgi                                 

Jl. Ahmad Jazuli 2 

Yogyakarta 55224

Telpon: 0274 566 695

Fax: 0274 541 641

E-mail: info@pml-yk.org

Website: www.pml-yk.org

 

PUSAT MUSIK LITURGI
Jl. Ahmad Jazuli no.2 Yogyakarta 55224
Telp.0274-566695, Fax.0274-541641, Email:
info@pml-yk.org

Kembali ke muka utama